HUT ke 52 Peran Perawat Disorot, Senator Bengkulu Minta Pemerintah Benahi Distribusi dan Kesejahteraan
BENGKULU, infoperawat.id – Momentum Hari Perawat Nasional yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia dimanfaatkan Anggota DPD RI dapil Bengkulu, Destita Khairilisani, untuk menegaskan pentingnya posisi perawat […]
BENGKULU, infoperawat.id – Momentum Hari Perawat Nasional yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia dimanfaatkan Anggota DPD RI dapil Bengkulu, Destita Khairilisani, untuk menegaskan pentingnya posisi perawat dalam sistem kesehatan Indonesia.
Ia menyebut, keberadaan perawat tidak tergantikan karena mereka terlibat langsung dalam hampir seluruh lini pelayanan, mulai dari pencegahan hingga pemulihan kesehatan pasien.
“Perawat adalah fondasi utama layanan kesehatan. Mereka bukan sekadar tenaga medis, tetapi juga berperan sebagai pendidik bagi pasien, pendamping, hingga penghubung dalam sistem pelayanan,” kata Destita dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, peringatan ini bukan hanya seremonial, melainkan momen untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang masih membayangi profesi keperawatan di Indonesia.
Salah satu isu yang disorot adalah ketimpangan penyebaran tenaga perawat. Destita mengungkapkan, wilayah terpencil masih kekurangan tenaga kesehatan, sementara di kota-kota besar justru terjadi penumpukan.
“Kondisi ini menunjukkan perlunya kebijakan distribusi yang lebih terarah agar pelayanan kesehatan bisa dirasakan merata oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia menyinggung persoalan kesejahteraan yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya memadai. Destita menilai, peningkatan kualitas hidup perawat harus menjadi perhatian serius, seiring dengan tuntutan profesionalisme yang terus meningkat.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya perawat, termasuk melalui sertifikasi dan kemampuan berbahasa asing. Hal ini dinilai penting untuk membuka peluang kerja di pasar global yang saat ini membutuhkan banyak tenaga perawat.
“Peluang di luar negeri terbuka lebar. Namun, kesiapan dari sisi kompetensi dan kemampuan beradaptasi harus benar-benar diperkuat,” jelasnya.
Destita pun mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis yang lebih menyeluruh, mulai dari pembenahan distribusi tenaga kesehatan, peningkatan kesejahteraan, hingga penguatan sistem pendidikan keperawatan.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya melibatkan perawat dalam penyusunan kebijakan kesehatan, agar keputusan yang diambil lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
Di sisi lain, ia menyambut baik ditunjuknya Bengkulu sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) PPNI ke-XI. Menurutnya, agenda tersebut dapat menjadi ruang konsolidasi bagi perawat dari seluruh Indonesia.
Menutup pernyataannya, Destita menyampaikan apresiasi kepada seluruh perawat atas dedikasi yang telah diberikan selama ini.
“Selamat Hari Perawat Nasional dan HUT ke-52 PPNI. Terus berikan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi






