Kesehatan

Ketahui Beberapa Hal ini Sebelum Transfer Embrio Seperti Jennifer Jill

Written by habib

Suara.com – Pasangan Ajun Perwira dan Jennifer Jill Supit diketahui sudah memasuki tahap akhir dalam proses bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF).

Pada Sabtu (10/8/2019) kemarin, mereka menjalani proses transfer embrio yang dilakukan di Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

@agungsaputrabm program bayi tabung mas agung mau transfer embrio biar bunting,” balas Ajun saat salah seorang warganet menanyakan tujuan sang pasangan di rumah sakit.

Pasangan yang menikah pada 22 April 2019 ini memilih program kehamilan ini lantaran usia Jennifer sudah memasuki 48 tahun.

Berdasarkan laman American Pregnancy, tujuan dari transfer embrio ini adalah untuk memfasilitasi konsepsi setelah pembuahan dari prosedur bayi tabung.

IVF. [Shutterstock]
IVF. [Shutterstock]

Umumnya, embrio akan dipindahkan ke rahim wanita pada tahap sel 2-8. Embrio dapat ditransfer kapan saja antara hari 1 hingga hari 6 setelah pengambilan sel telur, meskipun biasanya antara hari 2-4.

Jumlah embrio yang ditransfer, yang disetujui oleh para ahli dan penulis media, tidak lebih dari empat.

Jika mentransfer lebih dari jumlah itu diyakini akan menyebabkan kehamilan ganda. Kehamilan ganda ini akan mengarah pada peningkatan komplikasi.

Setelah proses transfer embrio ini selesai, dokter akan memberi obat progesteron. Tujuannya untuk meningkatkan peluang keberhasilan dan juga mempertahankan kehamilan.

Apabila dinyatakan berhasil hamil, penggunaan obat ini harus dihentikan.

Meski tampaknya sederhana, transfer embrio ini juga memiliki risiko. Seperti kehilangan embrio selama proses transfer atau menanam embrio di tempat yang salah, biasanya di tuba falopi.

Di samping risiko tersebut, beberapa wanita juga mengeluhkan adanya kram ringan.

KAMU PERLU TAHU JUGA :   Sebelum Meninggal, Sulli Pernah Ungkap Kesehatan Mentalnya, Ini Katanya!

About the author

habib

Leave a Comment