Kesehatan

Tren Garam Himalaya, Benarkah Lebih Sehat dari Garam Dapur Biasa?

Written by habib

Himedik.com – Banyak orang beralih dari garam dapur menjadi garam himalaya merah muda karena dianggap baik untuk hipertensi. Tak hanya itu, mereka juga beranggap bahwa garam himalaya memberikan manfaat kesehatan lebih banyak daripada garam dapur.


Perlu diketahui, garam mengandung begitu banyak natrium klorida, yakni sekitar 98 persen. Jumlah natrium dalam garam ini memainkan peran penting dalam beberapa fungsi biologis, termasuk keseimbangan cairan, konduksi saraf dan kontraksi otot.


Sebagian besar garam terdiri dari natrium klorida yang membantu mengatur proses penting dalam tubuh. Efek berbahaya dari kebanyakan garam juga telah menyebabkan banyak orang beralih ke garam merah muda himalaya.


Melansir dari Healthline, garam himalaya merah muda adalah garam berwarna merah muda yang diekstrak dari Tambang Garam Khewra, terletak di dekat Himalaya di Pakistan.

Seperti garam dapur, garam himalaya juga terdiri dari natrium klorida. Namun, garam himalaya memiliki lebih banyak mineral dan elemen lain yang tidak ditemukan dalam garam dapur.


Ilustrasi garam. (Shutterstock)
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

Garam himalaya mengandung hingga 84 mineral dan elemen berbeda. Tetapi, apakah garam himalaya benar-benar lebih sehat daripada garam dapur biasa?


Terlepas dari kandungan berbagai mineral, banyak orang memang berpendapat bahwa garam himalaya memberikan banyak manfaat kesehatan.


Beberapa klaim manfaat kesehatan dari garam himalaya di antaranya memperbaiki pernapasan, menyeimbangkan pH tubuh, meningkatkan kualitas tidur dan mengatur gula darah.


Sejumlah penelitian juga telah mengevaluasi manfaat konsumsi garam himalaya dengan berbagai penyakit paru-paru. Hasilnya, garam himalaya ini memang bermanfaat untuk penyakit paru-paru tapi belum diketahui efektivitasnya.


Manfaat garam himalaya (Pixabay/theresaharris10)
Manfaat garam himalaya (Pixabay/theresaharris10)

Di sisi lain, beberapa klaim kesehatan ini hanya terfokus pada kandungan natrium klorida dalam garam himalaya. Artinya, Anda masih bisa mendapatkan kandungan dan manfaat itu dari makanan lainnya.

KAMU PERLU TAHU JUGA :   Sakit Kuning Bisa Hilang dalam 4 Hari, tapi Kondisi Ini Bisa Memperlambat


Contohnya, para peneliti telah menemukan bahwa diet rendah garam dapat menyebabkan masalah tidur. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah garam yang cukup sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas tidur.


Selain itu, kadar gula darah, penuaan dan libido juga bisa dikendalikan oleh berbagai faktor selain garam dalam makanan. Bahkan, belum ada penelitian ilmiah yang menyarankan Anda lebih baik mengonsumsi garam himalaya.


Pada intinya, banyak klaim kesehatan dari mengonsumsi garam himalaya tetapi sebagai besar belum didukung penelitian ilmiah.



About the author

habib

Leave a Comment