Bukti Komitmen Berkelanjutan, PPNI Sumba Tengah Kembali Gelar Pelayanan Kesehatan di Desa Terpencil
SUMBA TENGAH, infoperawat.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Sumba Tengah kembali menggelar aksi pengabdian masyarakat tahap kedua dalam rangka menyemarakkan HUT PPNI ke-52. Setelah sebelumnya sukses melayani warga […]
SUMBA TENGAH, infoperawat.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Sumba Tengah kembali menggelar aksi pengabdian masyarakat tahap kedua dalam rangka menyemarakkan HUT PPNI ke-52. Setelah sebelumnya sukses melayani warga Desa Ole Ate, Kecamatan Mamboro pada pekan lalu (19/02/2026), kali ini titik pelayanan kesehatan difokuskan di Desa Weluk Praimemang pada Rabu (25/02/2026).
Kehadiran yang berkesinambungan di wilayah-wilayah terpencil ini menjadi bukti nyata kepedulian perawat terhadap masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dasar.
Perjalanan Menuju Titik Pengabdian
Untuk mencapai lokasi pelayanan kedua ini, perjalanan sejauh 64 kilometer dari Waibakul harus ditempuh.
Ini bukanlah sekadar lintasan jarak, melainkan napak tilas pengabdian. Rombongan tenaga kesehatan membelah topografi pegunungan dengan tanjakan terjal, turunan curam, serta tikungan berbahaya.
Kondisi jalan yang licin sisa hujan semalam memaksa rombongan untuk ekstra waspada. Namun, segala peluh dan ketegangan di jalan seolah luruh seketika, terbayar lunas oleh sejuknya panorama alam dan kehangatan sambutan warga yang telah lama menantikan sentuhan pelayanan kesehatan.

Sinergi dan Semangat Kepedulian
Kegiatan kemanusiaan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Puskesmas Maradesa, Ardi Damarewa, A.Md.Kep. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif PPNI menyentuh wilayah pelayanannya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momen berharga ini. Sampaikan keluhan kesehatan bapak dan ibu secara jujur, agar pelayanan yang diberikan bisa benar-benar tepat sasaran,” pesannya.
Ketua DPD PPNI Kabupaten Sumba Tengah, Adriana Rambu Juni Rana, S.Kep., Ns., dalam arahannya menegaskan bahwa eksistensi perawat adalah wujud nyata dari kepedulian negara sekaligus modal penting bagi kesejahteraan bangsa. Ia juga mengapresiasi dukungan lintas profesi dan antusiasme warga Desa Weluk Praimemang yang hadir memenuhi lokasi.
“Inilah saatnya kita hadir. Inilah waktunya kita peduli,” tegas Adriana dengan penuh semangat, membakar gelora pengabdian para perawat yang bertugas.
Layanan Komprehensif di Tengah Keterbatasan
Menempati area Kantor Desa Weluk Praimemang, bakti sosial ini menghadirkan layanan kesehatan yang sangat komprehensif, meliputi:
1. Pengukuran dan penimbangan kesehatan dasar.
2. Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) bagi Wanita Usia Subur (WUS).
3. Pelayanan Keluarga Berencana (KB).
4. Penyuluhan dan pelayanan kesehatan reproduksi remaja.
5. Edukasi kesehatan mental masyarakat.
Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan dokter, hingga pemberian pengobatan.
Kepala Desa Weluk, Dominggus Hana’ul Muda, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Meski akses menuju desanya diwarnai medan yang berat, kehadiran tenaga kesehatan diakuinya sebagai berkat besar.
“Kami berharap kunjungan ini bukanlah yang terakhir. Bisa dilihat sendiri, hampir seluruh masyarakat kami hadir dan mengikuti pelayanan ini dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Hujan Tidak Menyurutkan Harapan
Meski cuaca sempat kurang bersahabat dan hujan mengguyur, antusiasme warga tidak surut sedikit pun. Mereka tetap datang berbondong-bondong, merelakan diri mengantre hingga ke pelataran luar gedung yang sudah penuh sesak.
Kondisi ini menjadi potret nyata betapa akses kesehatan yang memadai masih menjadi kerinduan besar bagi masyarakat pelosok. Warga menyambut setiap tindakan medis dengan keramahan, yang langsung dibalas oleh para tenaga kesehatan dengan senyum tulus dan kesungguhan melayani.
Petrus P. Jawamara, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kelegaannya.
“Pelayanan hari ini sangat lengkap, ini sungguh luar biasa bagi kami karena jarak dari desa ke puskesmas sangatlah jauh. Kami sangat berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya penuh harap.
Menjelang sore, rombongan DPD PPNI Sumba Tengah akhirnya harus berkemas dan kembali menyusuri jalanan yang penuh perjuangan. Namun, perjalanan pulang terasa lebih ringan. Mereka membawa serta kenangan yang tak ternilai: senyum kelegaan masyarakat, doa-doa syukur, dan semangat kebersamaan.
Penulis: Anggraini Inace Natara (Tim Infokom DPD PPNI Sumba Tengah)





