DPD PPNI Bangka Barat Ikut Peringati Tragedi Tewasnya 22 Perawat Australia di Perang Dunia ke 2
BANGKA BARAT, infoperawat.id – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Bangka Barat ikut memperingati tragedi perang dunia ke 2 yang menewaskan sebanyak 22 orang perawat Australia […]
BANGKA BARAT, infoperawat.id – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Bangka Barat ikut memperingati tragedi perang dunia ke 2 yang menewaskan sebanyak 22 orang perawat Australia yang terjadi di wilayah Kabupaten Bangka Barat khususnya Kota Mentok. Pengurus DPD PPNI Bangka Barat hadir bersama para keluarga korban dalam peringatan tragedi perang dunia ke 2 yang dilaksanakan pada tanggal 16 februari 2026 yang lalu di mentok.
Sejak tahun 2017 untuk kedelapan kalinya, kembali hadir perawat Bangka Barat melalui DPD PPNI Kabupaten Bangka Barat dalam peringatan tahunan tragedi pembantaian 22 perawat australia tersebut.
Pada tahun ini, Keluarga korban yang hadir diantaranya berasal dari negara Australia, Selandia Baru, dan sekitarnya didampingi perwakilan perawat angkatan darat Australia,kedutaan besar serta atase dalam rangka peringatan ke 84 tahun tragedi kemanusiaan tersebut.
Usai melaksanakan upacara penghormatan di Pantai Tanjung Kalian, keluarga mendiang perawat Australia menuju ke Pantai Radji. Di monumen Pantai Radji keluarga perawat Australia melaksanakan upacara penghormatan dengan khidmat dan kondusif.
Prosesi tabur bunga berjalan berbaris ke arah laut di pantai merupakan salah satu simbol sakral upacara.
Peserta upacara berjalan bersama menuju ke air, tangan bergandengan menabur bunga. Prosesi ini merupakan gambaran mendiang 22 Perawat Australia termasuk Vivian Bullwinkle dipaksa berjalan ke laut dan di berondong senapan mesin. Namun Vivian Bullwinkle masih hidup berkat bantuan Masyarakat sekitar dan akhirnya menjadi saksi sejarah tragedi perang dunia 2 yang menewaskan Perawat Angkatan Darat Australia di pantai Radji Mentok.
Para perawat Australia menyelamatkan diri sampai di daratan pantai Radji akibat tenggelamnya kapal SS Vyner Brooke pada tahun 1942 akibat diserang oleh pesawat tempur jepang di Selat Bangka.
Pantai Radji di Mentok memiliki peran sangat penting sebagai situs sejarah internasional khususnya bagi para perawat Indonesia. Pantai Radji bukan sekadar destinasi wisata, melainkan tempat peringatan tahunan (ziarah) yang menghubungkan Bangka Barat dengan dunia internasional khususnya Australia.
Tri Hardani berdiri bukan hanya sebagai ketua DPD PPNI Kabupaten Bangka Barat, tetapi ia berdiri sebagai penjaga memori dunia.
” jika dunia lupa, Bangka Barat tidak boleh lupa,” ucapnya pelan sebelum prosesi tabur bunga dimulai.
Tri mengatakan bahwa, sejarah berlevel internasional tragedi pembantaian perawat Australia ini tidak akan kita temukan di daerah lain, ini hanya ada di pantai Radji Mentok. Untuk itu, kami perawat Bangka Barat akan selalu menjaga sejarah ini agar dapat selalu dikenang sebagai bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan tidak akan mampu dipisahkan oleh perbedaan budaya, geografis, agama, maupun bahasa.
“Perawat adalah tangan tuhan bagi manusia yang terluka, dan dipantai ini, tangan-tangan itu pernah dipatahkan oleh perang. maka tugas kami hari ini adalah menyambungnya kembali dengan cinta”, tutup Tri Hardani
Penulis : Budi Pardi Belva Al Akhab, Satrio
Editor : Kisri, Hadi





