Pembukaan Munas XI PPNI di Bengkulu, Diwarnai Gemuruhnya Tabuhan Dol
BENGKULU, infoperawat.com – Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) begitu meriah. Selain ramai dihadiri seluruh pengurus di berbagai daerah se-Indonesia pembukaan ini diwarnai dengan Penabuhan dol […]
BENGKULU, infoperawat.com – Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) begitu meriah. Selain ramai dihadiri seluruh pengurus di berbagai daerah se-Indonesia pembukaan ini diwarnai dengan Penabuhan dol oleh Ketum dan Ketua DPD RI bersama pejabat lainnya.
Kegiatan nasional ini menjadi momentum memperkuat persatuan organisasi sekaligus mendorong kontribusi perawat bagi kemajuan bangsa.
Pelaksanaan Munas XI PPNI, selain Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin, turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, Sekda Lebong Syarifudin serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu.

Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah, didampingi Ketua DPW PPNI Provinsi Bengkulu Fauzan Adriansah, mengatakan Munas merupakan agenda organisasi yang telah dilaksanakan sebanyak 11 kali. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan kesempatan penting untuk mempertemukan pengurus dari seluruh wilayah Indonesia.
“Sekarang bukan sesuatu yang istimewa, tetapi memang sebuah acara besar yang memberi kesempatan kepada kita untuk berkumpul dari seluruh wilayah di Indonesia. Harusnya kita bisa menjadikan ini sebagai kegembiraan bersama,” ujar Harif.
Ia menegaskan, persatuan menjadi modal utama bagi PPNI dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama di tengah tekanan eksternal yang semakin besar. Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan nama organisasi yang mengandung semangat persatuan perawat di tingkat nasional.

“Ke depan kita membutuhkan persatuan. Di tengah tekanan eksternal yang luar biasa hari ini, kita tentu berdiri karena persatuan. Ini lebih penting agar kita bisa bergerak dan melangkah ke depan untuk mencapai apa yang kita inginkan,” tegasnya.
Harif menjelaskan, jumlah peserta yang berpotensi hadir sebenarnya dapat mencapai sekitar 1.700 orang. Namun, sejumlah kendala membuat panitia menyiapkan kapasitas peserta sebanyak 1.220 orang.
Kendala tersebut antara lain keterbatasan anggaran, kondisi ekonomi di daerah, serta terbatasnya pilihan penerbangan menuju Bengkulu.
Terkait pemilihan Bengkulu sebagai tuan rumah Munas XI PPNI, Harif mengaku memiliki kedekatan dengan daerah tersebut karena merupakan putra asli Bengkulu. Ia ingin penyelenggaraan kegiatan berskala nasional ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat.
“Pertama, karena saya ini orang asli Bengkulu, jadi saya ingin ada kebanggaan bagi masyarakat Bengkulu dengan adanya event nasional yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Selain menjadi kebanggaan daerah, Harif berharap penyelenggaraan Munas XI PPNI turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Bengkulu.
Kehadiran peserta dari berbagai provinsi dinilai berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama melalui belanja kebutuhan selama berada di Bengkulu.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan keputusan strategis bagi organisasi PPNI, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi daerah yang menjadi tuan rumah.
Dengan berkumpulnya para pengurus PPNI dari seluruh Indonesia, Munas XI diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas, menyatukan langkah organisasi, serta meningkatkan peran perawat dalam mendukung pelayanan kesehatan nasional.
Penulis : Terri Septiari, S.Kep









